Jumat, 06 September 2019

Kisah Legenda Putri Mandalika Lombok.

Assalamualaikum wr.wb
Jum,at, 06 september

putrimand.blogspot.com


Lombok, Nusa tengg, Indonesia. Dewasa ini pulau Lombok merupakan sebuah pulau yang terkenal akan pesona alamnya yang sangat memukau. Mulai dari tiga gili yang sangat populer yaitu gili trawangan, gili air dan gili meno. Pantai pink yang sangat unik, karena pasirnya yang berwarna pink, hingga pantai senggi yang menjadi ikon pulau Lombok. Namun, dibalik itu semua terdapat sebuah legenda yang tak kalah menarik yang dapat kita temui di pulau Lombok khusunya Lombok Tengah, yaitu Legenda Putri Mandalika.
Alkisah pada jaman dahulu terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Kerajaan tersebut sangatlah tentram dengan rakyat yang juga makmur. Suatu hari Raja dan Ratu di kerajaan tersebut melahirkan seorang anak yang berparas cantik dan diberi nama Putri Mandalika.
Putri Mandalika tumbuh menjadi seorang putri yang tak hanya berparas cantik tetapi juga berkepribadian baik. Ini ditunjukkan dengan sifatnya yang baik, sopan, bahasanya lembut dan ramah kepada semua orang. Karena kecantikannya membuat para pangeran di berbagai kerajaan dan para pemuda menjadi memperebutkan Putri Mandalika. Mereka diyakini telah terpikat akan kecantikan Putri Mandalika. Hingga kemudian banyak para pemuda dan para pangeran banyak yang melamar sang Putri.
Karena banyak yang melamar Putri Mandalika, akhirnya sang Raja menyerahkan keputusan tersebut kepada sang Putri sendiri. Setelah itu, Putri Mandalika memutuskan bersemedi untuk mencari petunjuk dari apa yang terjadi. Sepulangnya bersemedi, Putri Mandalika mengundang seluruh pangeran dan pemuda pada tanggal ke 20 bulan ke 10 pada penanggalan sasak (masyarakat yang mendiami pulau Lombok disebut sebagai masyarakat suku sasak). Putri mengundang semuanya untuk berkumpul di pantai Seger (atau dikenal pantai kuta Lombok) pada waktu pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang.
Tiba saatnya waktu yang ditentukan sang putri, pangeran dari berbagai kerajaan pun datang beserta rakyatnya. Pantai Seger pun ramai dipenuhi oleh rakyat dari masing-masing kerajaan.
Putri tiba mengenakan pakaian dari kain sutra yang sangat indah, putri dan pengawalnya menaiki bukit di pantai seger. Dan mengucapkan kepada seluruh tamu dan rakyatnya, sang putri berkata ingin melihat ketentraman dan kedamaian ada di Pulau Lombok, tanpa adanya perdebatan.
Putri menyadari jika ia menerima salah satu lamaran dari pangeran, pasti akan adanya perselisihan yang hingga adanya perang. Kemudian sang putri melangkah membelakangin lautan lepas, dan berkata kepada seluruh undangannya, dan mengatakan keputusannya

Dalam ucapan sang putri berkata bahwa dirinya untuk semua orang, lalu sang putri menjatuhkan dirinya ke laut. Semua tamu undangan pun kaget dan mencari sang putri kelaut, namun hasilnya sia-sia karena mereka tidak bisa menemukan sang putri.
Tidak lama kemudian terdapat binatang nyale yang muncul dari laut, binatang tersebut adalah cacing panjang yang dikenal dengan nama nyale. Masyarakat percaya bahwa cacing tersebut adalah jelmaan sang Putri Mandalika Lombok.
Dan hingga sekarang upacara adat Bau Nyale ini selalu dirayakan, dan dilaksanakan pada bulan Februari – Maret.

13 komentar: